Prinsip-prinsip desain web minimalis

Juli 12th, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

Bagi seorang desainer website ataupun web developer pastinya mengetahui atau pernah menjumpai bentuk-bentuk web minimalis. Web minimalis merupakan web dengan bentuk-bentuk yang sederhana , umunya menggunakan sedikit kombinasi warna serta minim akan elemen-elemen multimedia. Web minimalis umumnya lebih menonjolkan sisi konten, misalnya situs A list apart.

Bentuk minimalis dicapai dengan mengurangi suatu desain hingga hanya memiliki element-element yang diperlukan saja. Meskipun tampak sederhana namun bagi seorang desainer website bentuk minimalis merupakan sesuatu yang cukup susah untuk dikuasai. Hal itu disebabkan, dengan sedikit elemen-elemen yang digunakan namun desainer tetap dituntut agar website tetap nyaman dan menarik untuk dilihat.

Meskipun demikian setiap orang pasti bisa untuk menguasai konsep desain minimalis. Pada intinya, konsep minimalis adalah tentang bagaimana mengubah ke bentuk desain paling sederhana dari elemen-elemen penting sesuai fungsinyadan menghilangkan hal-hal yang kurang perlu dalam desain tanpa mengurangi atau bertentangan dengan tujuan dari desain itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa prinsip dari desain minimalis berdasarkan tren yang ada saat ini.
1. Prinsip “Less is more”

Prinsip “Less is More” mungkin lebih dikenal sebagai frasa dalam suatu pergerakan minimalis. Prinsip ini dipopulerkan oleh Ludwig Mies van der Rohe untuk mendeskripsikan estetika minimalis.
Dalam desain web, “less is more” dicapai dengan menggunakan hanya elemen-elemen penting untuk dimasukkan ke dalam desain. Menggunakan sedikit elemen untuk mencapai efek yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan banyak elemen dalam desain adalah tujuan dari prinsip ini.
2. Hilangkan hal-hal yang kurang diperlukan

Dalam buku mereka The Elements of Style, Strunk dan White memasukkan frasa ”Menghilangkan kata yang kurang dibutuhkan (Omit needless words)”. Hal ini telah diadopsi ke dalam filosofi minimalis sebagai “Menghilangkan hal yang kurang dibutuhkan (Omit needless thing)”. Dengan kata lain, jangan memasukkan elemn-elemen yang tidak penting dalam desain yang kita buat.

Pikirkan apakah yang penting dalam konten dan fungsi dari website kita. Kemudian fokus hanya pada hal tersebut., dan hilangkan apapun yang tidak berperan secara langsung baik pada konten maupun pada fungsi. Perlu diingat, bahwa beberapa elemen desain dan grafis akan secara langsung mempengaruhi keterbacaan atau usabilitas dari website kita.
3. Setiap detail adalah penting

Dalam desain minimalis, setiap detail memilki arti. Apa yang kita pilih untuk terpasang pada desain kita amatlah penting. Border/garis tepi pada gambar, palet warna, white space, dan setiap bagian akan menjadi penting pada keseluruhan tampilan dan rasa dari website ketika elemen yang kita gunakan hanya sedikit.

Pikirkan kesan apa yang ingin kita berikan kepada pengunjung , dan kemudian putuskan pada detail yang dapat memunculkan kesan tersebut. Website minimalis dapat memberi kesan yang  funky dan modern, fresh dan bersih, canggih, elegan dan  halus, atau apapun diantaranya, berdasarkan pada detail yang ada.
4. Warna minimalis

Warna memberi arti penting pula pada desain minimalis. Pemilihan palet atau tekanan warna yang benar adalah penting. Banyak desainer memilih untuk warna palet hitam, putih dan/atau abu-abu yang sederhana, namun dalam minimalisme masih banyak warna yang dapat kita gunakan.

Seperti pada poin di atas, warna menjadi hal yang amat penting untuk penggunaan elemen yang sedikit. Perhatikan arti dari warna yang kita pilih dan bagaimana warna-warna tersebut berinteraksi satu sama lain.
5. Pentingnya white space

White space atau negative space adalah tulang punggung dalam semua desain minimalis. Elemen apapun yang kita buang dari desain yang kita buat akan mejadi penting sebagaimana apa yang kita pasang. White space  sangat penting untuk menegaskan elemen yang ada  .

White space membuat desain minimalis menjadi tampak luas. Tanpa itu, desain yang kita buat akan berakhir pada desain grid atau desain grunge atau desain lain yang bukan benar-benar desain minimalis.
6. Trend

Saat ini terdapat banyak trend desain minimalis. Pada banyak kasus, elemen berikut akan baik digunakan dalam bermacam-macam desain minimalis.
Warna abu-abu

Abu-abu adalah dasar dari desain minimalis. Efek dari warna ini digunakan untuk warna latar (background), teks, gambar dan hamper pada banyak elemen, sering dikombinasikan dengan warna hitam, putih dan warna lain.
Tipografi yang besar

Tipografi yang besar sering digunakan untuk menggantikan elemen gambar untuk lebih menambahkan ketertarikan grafik dalam website.
Gambar dan pola background

Pola (pattern) background yang halus dan gambar yang tebal dapat menambahkan ketertarikan visual yang lebih pada desain minimalis.
Grid  yang sederhana

Grid  bukanlah hal yang terlalu dubutuhkan pada desain minimalis, akan tetapi desain dengan menggunakan grid yang sederhana dapat memuntun kita untuk membuat desain minimalis.
Lingkaran

Lingkaran dapat kita temukan pada banyak website minimalis. Pada banyak kasus, lingkaran sering ditemukan pada header dan juga digunakan sebagai penekanan pada navigasi.
Transparansi

Transparansi bukanlah hal yang umum digunakan pada desain minimalis, akan tetapi penggunaan transparansi yang benar juga dapat memberikan pengaruh yang besar.

Sumber:
Principles Of Minimalist Web Design, With Examples – Smashing Magazine. Author: Cameron Chapman

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Prinsip-prinsip desain web minimalis at areeve.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.